Polda Metro Jaya tunda penyelidikan kasus HRS, ACTA: Moment tepat untuk rekonsiliasi


Sekilasnews.com Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan memastikan  menunda penyelidikan terhadap perkara dugaan pornografi dengan tersangka Habib Rizieq Shihab.

Menurutnya saat ini Polisi ingin fokus untuk menggelar Operasi Ramadniya jelang Hari Raya Idul Fitri 2017. Operasi Ramadniya merupakan operasi kemanusiaan dalam rangka pengamanan hari raya sekaligus mengantisipasi di bulan Ramadhan.

"Ini ada yang lebih penting ya, operasi kemanusiaan ini Ramadniya. (jadi perkara Habib Rizieq) Ini kami hold sebentar," ujar Iriawan di Monas, Jakarta Pusat

Terkait pernyataan penundaan proses penyelidikan dan penyidikan hingga masa habis lebaran Idul Fitri ini, Polisi pun mendapat apresiasi dan dukungan dari berbagai kalangan masyarakat salah satunya yakni dari Advokat Cinta Tanah Air (ACTA).

Wakil Ketua ACTA, Ali Lubis mengatakan momentum penundaan ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan rekonsiliasi antara pemerintah dengan Imam Besar FPI dan GNPF MUI terkait kasus Hukum yang menimpa beberapa Ulama dan Tokoh Nasional lainnya.

Menurutnya Habib Rizieq dan GNPF-MUI telah menunjuk Yusril Ihza Mahendra sebagai mediator untuk mengadakan Rekonsiliasi tersebut.

Melalui Tim Rekonsiliasi yang dikomandoi oleh Yusril itu, ia berharap agar pemerintah bisa duduk bersama dan membahas bagaimana mekanisme dan konsep menyelesaikan persoalan dan permasalahan Hukum yang menimpa Habib Rizieq, Ulama, aktivis dan tokoh nasional lainnya agar bisa menemui kesepakatan sehingga dapat menyelesaikan semua persoalan dan permasalahan.

"Semoga pihak pemerintah mempunyai niat baik serta merespon secara positif juga untuk menerima Tim Rekonsiliasi yang akan di bentuk oleh GNPF-MUI dan Yusril tersebut, mengingat Kasus Hukum terhadap Habib Rizieq  ini sudah menjadi Sorotan Publik baik didalam Negeri maupun Luar Negeri," ujarnya.

Ali Lubis khawatir jika kasus ini terus dibiarkan berlarut-larut, maka akan berpotensi memperburuk situasi Nasional, khususnya terkait Situasi Politik Hukum dalam negeri

Apalagi saat ini pemerintah sedang fokus terhadap peningkatan ekonomi dan pembangunan bangsa dan negara kearah yang lebih baik lagi demi kemakmuran dan kemajuan rakyat indonesia.

"Oleh sebab itu untuk mewujudkan semua itu pemerintah perlu adanya situasi politik yang kondusif dan aman," ajaknya.

Sebelumnya pada siang tadi Iriawan mengemukakan beberapa alasan terkait penundaan penyelidikan ini karena Pihaknya akan menunggu sampai Habib Rizieq pulang ke indonesia dari Arab Saudi selain itu juga karena jajarannya akan menghadapi operasi pengamanan kemanusiaan Ramadniya.

Sekedar informasi Dalam kasus baladacintarizieq atau kasus dugaan pornografi, polisi telah menetapkan Habib Rizieq dan Firza Husein sebagai tersangka.

Habib Rizieq sendiri dijerat dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 35 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Sementara Firza disangka melanggar Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.
Sumber: rimanews.com
Share on Google Plus

About Sekilas news

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment