KPK: Terkait dengan Perkara, Pimpinan Tidak Bisa Temui Amien Rais


Sekilasnewsw.com Jakarta - Amien Rais ingin menemui langsung Ketua KPK Agus Rahardjo berkaitan dengan penyebutan namanya dalam surat tuntutan Siti Fadilah Supari dalam sidang kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes). Namun sepertinya keinginan Amien itu akan kandas.

"Kita tahu sebelumnya dalam proses tuntutan sudah disebutkan sejumlah nama dan peristiwa, masih dalam rangkaian konstruksi kasus dengan terdakwa mantan menteri kesehatan di era sebelumnya. Tentu saja pimpinan tidak dapat menemui yang bersangkutan ketika masih terkait secara langsung dengan perkara yang sedang ditangani KPK," tegas Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (2/6/2017).





Terlepas dari itu, Febri mengaku sampai saat ini belum ada permohonan resmi yang diterima. Namun sekali lagi Febri menegaskan bila pimpinan KPK memiliki kewajiban untuk menjaga diri agar tidak menemui pihak-pihak yang terkait dengan perkara.

"Kami belum mendapatkan permohonan secara resmi terkait keinginan bertemu pimpinan. Namun tentu pimpinan KPK juga punya kewajiban menjaga dan meminimalisir sebaik mungkin untuk bertemu dengan pihak-pihak yang terkait dengan perkara," ucap Febri.

Namun Febri mempersilakan apabila Amien ingin memberikan informasi terkait dugaan tindak pidana korupsi. Nantinya Amien akan difasilitasi melalui uni pengaduan masyarakat (dumas) KPK.

"Namun jika ada informasi-informasi indikasi tindak pidana korupsi atau laporan terkait indikasi tindak pidana korupsi, silakan disampaikan pada KPK, kita memiliki unit pengaduan masyarakat dan nanti akan kita terima. Setelah diterima, kita akan pelajari, telaah validitas dari informasi tersebut, dan jika memang valid akan kita teruskan lebih lanjut. Prosedur dan mekanisme sudah ada di bagian dumas," ucap Febri.

Sebelumnya pada hari ini, Amien telah menggelar konferensi pers berkaitan dengan hal itu. Amien mengaku siap menghadapi tudingan itu, ia pun akan menemui pimpinan KPK.

Menurut Amien, dana yang diterimanya berasal dari Soetrisno Bachir untuk kegiatan sosial dan keagamaan. Namun Amien mengaku tidak tahu asal muasal dana tersebut karena menurutnya Soetrisno yang lebih tahu.

"Karena itu pada Senin mendatang saya akan berkunjung ke Kantor KPK, untuk menjelaskan duduk persoalannya, sebelum saya berangkat umrah pada 8 Juni ini. Kalau saya dipanggil KPK padahal saya masih umrah, saya khawatir dianggap lari dari tanggung jawab," kata Amien.

"Sampai ketemu lagi Insyaallah di kantor KPK besok Senin, 5 Juni 2017. yang jelas ini Amien Rais tidak pernah akan tidak jujur, takut apalagi. Saya takut hanya pada yang di langit, semua manusia seperti saya," tutur Amien.



Dalam tuntutan jaksa terhadap Siti Fadilah Supari, Amien Rais disebut menerima aliran dana sebanyak 6 kali dengan total Rp 600 juta. Uang itu ditransfer dari rekening atas nama Yurida Adlani selaku sekretaris yayasan Soetrisno Bachir Foundation (SBF).

Dana yang ditransfer ke Amien dari yayasan SBF berasal dari PT Mitra Medidua yang ditunjuk langsung atau tanpa tender oleh Siti dalam proyek alkes tersebut.

PT Mitra Medidua merupakan supplier PT Indofarma Tbk yang memenangi proyek alkes tersebut. Siti memberi arahan kepada Mulya A Hasjmy yang merupakan kuasa pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen dalam proyek tersebut untuk memenangkan perusahaan tersebut.

PT Indofarma Tbk yang menjadi pemenang proyek kemudian menerima pembayaran atas proyek itu dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Lalu PT Indofarma Tbk membayar supplier alkes yaitu PT Mitra Medidua.

Kemudian pada 2 Mei 2006, PT Mitra Medidua mengirimkan Rp 741,5 juta dan pada 13 November 2006 mengirimkan lagi Rp 50 juta ke rekening milik Yurida. Lalu, Nuki (ketua yayasan SBF/adik ipar Soetrisno Bachir) memerintahkan Yurida memindahbukukan sebagian dana kepada Nuki dan Tia (anak Siti).

Uang tersebut lalu beberapa dikirimkan ke Amien Rais sebanyak 6 kali dengan besaran masing-masing Rp 100 juta, berikut rinciannya:

1. 15 Januari 2007, ditransfer ke rekening Amien Rais sebesar Rp 100 juta
2. 13 April 2007, ditransfer ke rekening Amien Rais sebesar Rp 100 juta
3. 1 Mei 2007, ditransfer ke rekening Amien Rais sebesar Rp 100 juta
4. 21 Mei 2007, ditransfer ke rekening Amien Rais sebesar Rp 100 juta
5. 13 Agustus 2007, ditransfer ke rekening Amien Rais sebesar Rp 100 juta
6. 2 November 2007, ditransfer ke rekening Amien Rais sebesar Rp 100 juta 
Sumber: detik.com
Share on Google Plus

About Sekilas news

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment