Dalih kebetulan dalam pertemuan PKS dan Habib Rizieq

petinggi PKS bertemu dengan Habib Rizieq di Mekkah. ©2017 Merdeka.com/istimewa

Sekilasnews.com - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab hingga kini masih berada di Arab Saudi. Selama di tanah suci, Rizieq dikabarkan memiliki jadwal yang padat. Salah satunya bertemu dengan politisi dan petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dalam foto yang diterima merdeka.com, tampak Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufrie, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini pose bersama Rizieq.

Dalam foto itu, Salim Segaf tampak tengah berbincang empat mata serius dengan Rizieq di sebuah kamar hotel. Keduanya tampak akrab, bahkan saling berpegang tangan. Pertemuan itu dibenarkan oleh pengacara Rizieq, Sugito.

" Habib Rizieq Syihab dan PKS sepakat jaga NKRI dalam naungan Islam yang Rahmatan Lil Alamin," tulis Sugito dalam pesan singkatnya, Kamis (15/6).

Sugito tak menjelaskan detail kapan foto itu diambil serta dimana lokasi pertemuan antara Rizieq dengan petinggi PKS. Pertemuan itu mengundang respons dari PKS. Salah satunya Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid.

Politisi PKS yang bertemu Rizieq itu dikabarkan sedang melakukan perjalanan umroh di bulan Ramadan. Perjalanan umroh juga diikuti Sekretaris Fraksi PKS Sukamta. Menurut Hidayat, pertemuan petinggi PKS dengan Rizieq hanya sebuah kebetulan. Sebab, tidak ada rencana petinggi PKS bertemu dengan Rizieq. Mengingat waktu umroh di bulan Ramadan sangat terbatas. Menurutnya, kebetulan saja Rizieq tengah berada di Mekah.

"Kalau mereka kebetulan ketemu itu satu hal yang tak bisa dihindarkan. Dalam artian Mekah enggak terlalu besar, kalau orang tawaf kan bisa ketemu dengan siapapun. Kami tidak mendapat informasi kalau mereka akan ketemu Habib Rizieq dan sebagainya," ujar Hidayat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/6).

Dia kembali menegaskan, pertemuan tersebut tidak secara sengaja dilakukan. Bisa saja karena mereka berada di hotel yang sama. Sebab semua kemungkinan bisa terjadi karena mereka sama-sama tengah menjalankan ibadah umroh.

"Mungkin juga kebetulan mereka satu hotel karena memang kondisi semacam itu bisa terjadi," imbuh Hidayat.


Wakil Ketua MPR ini meyakini tak ada pembicaraan khusus terkait kasus yang menjerat Rizieq. Sehingga, pertemuan tersebut tak perlu ditafsirkan secara politik.

"Saya kira di tingkat itu dan mudah mudahan itu bukan pertemuan politik yang perlu ditafsirkan."

Disampaikan Pak Kamta obrolannya terkait masalah keumatan, ibadah, termasuk tentang komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI dan mengisi dalam konteks Islam akan menghasilkan ke rahmatan," tuturnya.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini angkat bicara. Dia berdalih pertemuan dengan Rizieq terjadi secara kebetulan saat rombongan sedang melaksanakan umroh. Pertemuan itu dianggap sebagai ajang silaturahmi.

"Pertemuan itu pertemuan silaturahim karena kita sama-sama lagi umroh menjelang kami tawaf wada (tawaf pamitan meninggalkan Makkah), saat hendak bersiap kembali ke Tanah Air kami bertemu Habib Rizieq, akhirnya sekalian deh silaturahim," kata Jazuli melalui keterangan tertulisnya, Jumat (16/6).

Tak hanya itu, dia juga berdalih pertemuan terjadi secara kebetulan karena rombongan PKS menginap di hotel yang sama dengan pentolan FPI itu. Jazuli mengklaim tak ada pembicaraan serius antara Rizieq dengan petinggi Fraksi PKS. Mereka mengaku hanya membicarakan masalah umat dan kebangsaan.


"Tentang bagaimana menjaga NKRI, persatuan dan kesatuan bangsa, pentingnya menampilkan Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia rahmatan lil alamin karena Islam itu indah maka kita harus tampilkan dengan cara yang indah," klaimnya.

Dia tidak menampik bahwa Rizieq menyampaikan curhat pada petinggi PKS soal penegakan hukum di Indonesia sekarang. Rizieq menginginkan supremasi hukum di Indonesia ditegakkan dengan adil dan profesional.

Rizieq juga menyampaikan bahwa dia dalam keadaan sehat dan tegar menghadapi kasus-kasusnya.

Disinggung soal kepulangan Rizieq, Jazuli mengaku tidak memintanya pulang ke Indonesia. Pihaknya menyerahkan masalah waktu kepulangan kepada Rizieq dan otoritas Arab Saudi.

"Kapan Habib Rizieq pulang tentu sepenuhnya hak beliau. Selama beliau dapat izin tinggal tentu tidak ada yang bisa memaksa beliau untuk keluar dari Saudi," tutupnya.
Sumber: merdeka.com
Share on Google Plus

About Sekilas news

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment