'Rayuan Pulau Kelapa' Buat Pendukung Ahok Menitiskan Air Mata


Sekilasnews.com Acara menyanyikan lagu nasional dari para pendukung Ahok di Balai Kota Jakarta berlangsung haru. Banyak warga yang menitiskan air mata. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Acara menyanyikan lagu nasional yang dipimpin oleh Addie MS di Balai Kota Jakarta, Rabu (10/5) berlangsung haru. Dari tiga lagu nasional yang dinyanyikan, banyak warga pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menangis saat lagu Rayuan Pulau Kelapa dinyanyikan.

Ratusan warga memadati halaman Balai Kota Jakarta sejak pagi hari dengan atribut merah dan putih untuk menyanyikan beberapa lagu nasional sebagai bentuk dukungan pasca Ahok divonis dua tahun penjara akibat penodaan agama.

Acara itu diprakarsa dan dipimpin oleh Addie MS lalu disebarkan melalui pesan berantai di WhatsApp di hari vonis Ahok, Selasa (9/5). 

Pada mulanya, acara menyanyikan lagu itu untuk menyambut Ahok, namun berubah karena Basuki langsung ditahan di Cipinang. Kemudian, Addie MS ditemani oleh Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.


Warga pendukung Ahok memadati Balai Kota sedari pagi. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
"Sampai hari ini saya baru kali ini melihat pasangan sekompak Pak Ahok dan Pak Djarot. Kemarin saya terharu sekali melihat Pak Djarot bereaksi secara bijak sampai Pak Djarot menjaminkan dirinya untuk kebebasan Pak Ahok," kata Addie sebelum mulai memimpin paduan suara.

Addie memulai acara itu dengan hormat pada bendera sebelum menyanyikan Indonesia Raya. Lagu kebangsaan itu dinyanyikan dengan khidmat.

Nyanyian itu kemudian disambung dengan Rayuan Pulau Kelapa yang mencerminkan kekayaan bangsa Indonesia. Banyak dari peserta paduan suara itu menangis saat lagu itu dikumandangkan bersama.

"Tanah airku Indonesia / Negeri elok amat kucinta / Tanah tumpah darahku yang mulia / Yang kupuja sepanjang masa // Tanah airku aman dan makmur / Pulau kelapa yang amat subur / Pulau melati pujaan bangsa / Sejak dulu kala," lantun masyarakat.


Usai Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki, lagu itu kemudian berganti dengan Garuda Pancasila. Dalam lagu Garuda Pancasila, masyarakat menyanyikannya sambil mengepalkan tangan ke udara.

Selesai menyanyikan tiga lagu nasional itu, Addie dan Djarot meninggalkan panggung. Namun masyarakat masih meminta untuk menyanyikan lagu lainnya bersama-sama.

Tanpa panduan Addie, Balai Kota Jakarta tetap menggema. Warga menyanyikan beragam lagu nasional seperti Maju Tak Gentar, Padamu Negeri, Satu Nusa Satu Bangsa, serta lagu Syukur. (end)
Sumber: cnn indonesia

Share on Google Plus

About Sekilas news

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment