Nasihat 'Menohok' dari Netizen Tanggapi Amarah Rizieq Shihab

Muhammad Rizieq Shihab mengisi pengajian di Masjid Sunan Ampel, Selasa (11/4). Pengajian itu mengambil tema Merajut Ukhuwah, Menegakkan Syariah Dalam Bingkai NKRI. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ

Sekilasnews.com , JAKARTA - Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab marah besar menanggapi penetapan dirinya sebagai tersangka.

Ya, seperti diketahui, polisi telah menaikkan status Rizieq dari saksi menjadi tersangka dalam kasus percakapan via WhatsApp berkonten pornografi yang diduga melibatkan dirinya dan Firza Husein.
Ia dijerat Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Salah satu kuasa hukum Rizieq, Kapitra Ampera, mengatakan kliennya marah besar terkait penetapan dirinya sebagai tersangka.

Rizieq akan melawan hal itu dengan tim pengacaranya.

"Tadi Habib Rizieq memberi info ke saya, Habib Rizieq marah besar dan akan melakukan perlawanan hukum dan politik," kata Kapitra di Masjid Ittihad, Tebet, Senin (29/5).

Penetapan status tersangka itu dianggap Rizieq sangat tidak manusiawi dan inkonstitusional.
Rizieq sendiri saat ini berada di Arab Saudi karena menolak namanya terseret dalam kasus itu.
Kapitra mengatakan, Rizieq sebenarnya sudah tak sabar ingin pulang ke tanah air untuk melawan kasusnya melalui jalur hukum.

"Dia sudah sangat emosi ingin pulang segera, biarlah dia dulu bertafakur mendekatkan diri. Ada kejernihan," kata Kapitra.

Muhammad Rizieq Shihab mengisi pengajian di Masjid Sunan Ampel, Selasa (11/4). Pengajian itu mengambil tema Merajut Ukhuwah, Menegakkan Syariah Dalam Bingkai NKRI. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

Melalui kolom komentar berita TRIBUNNEWS berjudul: Rizieq Marah Besar Dijadikan Tersangka, netizen menanggapi amarah tersebut.

Salah seorang netizen menanggapi santai amarah Rizieq dan meminta pemimpin FPI tersebut menaati hukuman yang berlaku.

Menurut netizen itu, polisi sudah menunaikan tugasnya dengan menjadikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang berujung pada dirinya divonis penjara 2 tahun atas kasus penodaan agama.

Netizen itu menyarankan Rizieq pulang dan menghadapi proses hukumnya dan membuktikan tidak bersalah di pengadilan.

"Polisi sudah menjalankan tugasnya, Ahok dijadikan tersangka dan divonis penjara pun berani menghadapi dengan ksatria, dan hal ini membuka jalan bahwa tidak ada yang kebal hukum di negeri ini, bukan soal kriminalisasi ulama, karma atau balas dendam polisi, tetapi ini adalah penegakan hukum, jika memang tidak melakukan, hadapi proses hukumnya dan buktikan di pengadilan," ujar tulis netizen bernama Yosua Kristono Tanto.

Netizen lainnya meminta Rizieq agar tidak takut kalau tidak salah dan dia memberikan contoh Ahok saat digeruduk berjuta-juta massa.

"Jangan takut kalau nggak salah. Ahok aja didemo juta-juta massa menghadapi sidang walaupun kata orang nggak bersalah. Dia jalanin. Kenapa habib mesti takut kalau memang benar, ingat jangan pakai massa lagi," ujar netizen bernama Aan Chuy.

Netizen bernama Dimass Anugrah menilai tim kuasa hukum yang jumlahnya banyak itu seharusnya bisa menjadi amunisi bagi Rizieq.

"Tersedia upaya hukum untuk melawan status sebagai 'tersangka'. Namun, bila hendak dikonfrontir, apakah beliau bersedia hadir? Tim pembela yang banyak (mungkin bertambah terus jumlahnya), seharusnya menjadi amunisi moral untuk beliau, itupun bila bersedia (bukan berani) hadir di hadapan hakim. Percayalah keadilan masih ada di Indonesia," ujar Dimass Anugrah.

Ingin disambut bak Ayatollah Khomeini

Muhammad Rizieq Shihab mengisi pengajian di Masjid Sunan Ampel, Selasa (11/4). Pengajian itu mengambil tema Merajut Ukhuwah, Menegakkan Syariah Dalam Bingkai NKRI. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

Harapan Rizieq Shihab agar kepulangannya disambut bak tokoh revolusi Iran Ayatollah Khomeini mendapat tanggapan dari netizen.

Sebelumnya, melalui kuasa hukum, Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu mengatakan akan pulang ke Indonesia dalam waktu dekat untuk menghadapi penetapan dirinya sebagai tersangka kasus pornografi.
Kuasa Hukum Rizieq, Sugito Atmo Pawiro, mengatakan kliennya berharap disambut seperti Imam Besar Syiah tersebut saat kembali dari pengasingan ke Teheran pada 1979.

"Bahwa kepulangan beliau itu berharap seperti penyambutan Ayatollah Khomeini ketika pulang dari Prancis ke Teheran ketika Revolusi Iran," ujar Sugito seperti dikutip dari BBC, Rabu (31/5/2017).

Sugito yang mengaku berada di Mekkah dan telah bertemu dengan Rizieq, mengonfirmasi kepada BBC Indonesia bahwa Rizieq kini masih berada di Arab Saudi.

Namun, harapan Rizieq ingin disambut seperti Ayatollah Khomeini tersebut dinilai sejumlah netizen terlalu berlebihan.

Komentar tersebut dilayangkan netizen melalui kolom pada berita Tribunnews berjudul: Segera Pulang, Rizieq Shihab Ingin Disambut Seperti Ayatollah Khomeini.

Menurut salah seorang netizen, Ayatollah disambut bagaikan pahlawan karena bukan dirinya sendiri yang berharap, melainkan keinginan rakyatnya.

"Terlalu berlebihan disandingkan dengan Ayatullah Khomeini. Dia disambut bak pahlawan bukan karena dia yang berharap, memang rakyat yang merindukan kehadirannya. Baru dengar ada ulama berharap disambut dengan cara yang dia harapkan, semoga bukan keluar dari mulutnya agar terjaga keulamaannya," ujar netizen tersebut.

Seorang netizen bahkan mempertanyakan bukankah Rizieq yang dulu mengatakan Syiah bukan Islam, lalu mengapa sekarang mau disambut bak Imam Besar Syiah?

Muhammad Rizieq Shihab mengisi pengajian di Masjid Sunan Ampel, Selasa (11/4). Pengajian itu mengambil tema Merajut Ukhuwah, Menegakkan Syariah Dalam Bingkai NKRI. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

"Nggak salah mau seperti Ayatollah Khomeini? Bukankah itu pemimpin Iran? Ingat kemarin ada yang teriak-teriak katanya Syiah bukan Islam. Layak diasahkan pedang," tutur netizen tersebut.

Namun, ada pula netizen yang sangsi bahwa keinginan penyambutan itu belum tentu berasal dari mulut Rizieq sendiri.

"Belum tentu habib minta disambut seperti itu, apalagi dikatakan seperti Khomeneiyang notabene Syiah. Mohon yang Islam jangan terprovokasi, yang selanjutnya malah sangka buruk dan ikut-ikutan 
mendiskreditkan ulama," tulis salah seorang netizen.
Share on Google Plus

About Sekilas news

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment