17 Negara Tempat Hizbut Tahrir Berkembang Hingga Dilarang Karena Dianggap Radikal


Massa yang tergabung dalam Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Kota Bandung melakukan unjuk rasa terkait rencana kegiatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat pada 15 April 2017, di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (13/4/2017). Dalam aksinya, mereka menyerukan menolak seluruh kegiatan dan menuntut pembubaran HTI yang menyebarkan propaganda khilafah dengan maksud merubah Pancasila sebagai asas ideologi dan asas tunggal kehidupan bernegara. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawab Tribunnews.com, Ruth Vania

Sekilasnews.com , JAKARTA - Pemerintah Indonesia akhirnya mengambil sikap atas keberadaan organisasi masyarakat (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

HTI dianggap sebagai organisasi yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Sehingga, menurut Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, organisasi itu akan dibubarkan.

Di Asia Tenggara, Indonesia memang menjadi pusat pergerakan Hizbut Tahrir yang diduga beraliansi dengan kelompok Jemaah Islamiyah.

Namun, pergerakan Hizbut Tahrir sebenarnya sudah di kancah dunia.

Bahkan merambah hingga negara-negara Barat yang berpenduduk mayoritas non-muslim, meski keberadaannya dilarang dan dianggap radikal.

1. Bangladesh

Sejak 22 Oktober 2009, Hizbut Tahrir sudah dilarang keberadaannya karena dianggap tidak mendukung demokrasi yang menjadi prinsip negara dan upaya kudeta.

2. Mesir

Hizbut Tahrir berkembang di Mesir mulai pertengahan 1950, namun dilarang keberadaannya sejak dugaan keterlibatan organisasi tersebut dalam upaya kudeta pada 1974.

3. Kazakhstan

Dilarang keberadaannya sejak 2005 atas alasan dugaan terorisme, Hizbut Tahrir memiliki jumlah anggota paling sedikit di negara ini dan jumlah terus menyusut.

4. Pakistan

Hizbut Tahrir memulai aktivitasnya di Pakistan sejak akhir 2000 dan terus berkembang sejak tragedi 11 September (9/11), sebelum akhirnya dilarang keberadaannya pada 2003.

5. Rusia

Pada 2003, Mahkamah Agung Rusia memasukkan Hizbut Tahrir dalam daftar organisasi teroris yang dilarang keberadaannya atas dukungan organisasi tersebut terhadap kubu pemberontak rezim Rusia.

6. Tajikistan

Aktivitas Hizbut Tahrir di negara ini berpusat di sebelah utara Tajikistan, di mana sejak 2006 pemerintah terus menangkapi anggota-anggotanya lantaran organisasi itu dilarang keberadaannya.

7. Kirgizstan

Akhir 2004, Hizbut Tahrir dilarang keberadaannya dan dianggap sebagai kelompok ekstremis, namun saat itu sekiranya sudah ada terkumpul hingga 5 ribu anggotanya.

8. Tiongkok

Hizbut Tahrir menjadi sebuah fenomena pada 2008, yang aktivitasnya kebanyakan berpusat di daerah muslim di Xinjiang dan sebenarnya pergerakannya lebih pada membela kebebasan hak muslim Uighur, ketimbang mendirikan negeri khilafah.

9. Malaysia

Seperti di Indonesia, negeri sesama berpenduduk mayoritas muslim seperti Malaysia juga sejauh ini belum pernah melarang tegas keberadaan Hizbut Tahrir dan malah membiarkannya beraktivitas secara terbuka.

10. Denmark

Melalui bantuan anggota Hizbut Tahrir dari Inggris, organisasi tersebut berkembang di Denmark sejak 2000 dan sempat dilegalkan pergerakannya sebelum kemudian menjadi kontroversi pada 2002.

11. Jerman

Negara ini menjadi negara berpenduduk mayoritas non-muslim pertama yang menjadi cabang penyebaran Hizbut Tahrir sejak 1960-an dan baru dilarang penyebarannya pada awal 2003.

12. Suriah

Ribuan anggota Hizbut Tahrir terus ditangkapi oleh otoritas setempat sejak 1999, namun pergerakannya terus muncul di sela-sela konflik Suriah mulai 2011 hingga sekarang.

13. Turki

Hizbut Tahrir sudah menjadi organisasi ilegal di Turki dan sejak 1967 para pemimpin organisasi tersebut terus ditangkapi, bersama ratusan anggotanya.

14. Libya

Merekrut anggota dari kalangan mahasiswa dan akademi kemiliteran, Hizbut Tahrir selalu menjadi organisasi yang bertentangan dengan rezim Libya dan mendukung penggunaan senjata di kalangan anggotanya.

15. Yordania

Negara ini menjadi pusat berkembangnya pergerakan Hizbut Tahrir, tepatnya saat rezim Yordania masih berkuasa atas Tepi Barat, namun melarang keberadaan organisasi tersebut.

16. Australia

Meski tak terjamah perhatian media dan dianggap tak legal, pergerakan Hizbut Tahrir di Australia gencar, terutama melalui propaganda kontroversial seperti memperbolehkan suami memukuli istri sebagai cara untuk mendisiplinkan istri.

17. Inggris

Hizbut Tahrir dianggap organisasi legal di negara ini, yang menjadi pusat distribusi global materi propagandanya, meski sempat disebut sebagai organisasi radikal.
Sumber: tribunnews.com 



Share on Google Plus

About Sekilas news

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment