5 Kejanggalan Sniper Memburu Habib Rizieq


Sekilasnews.com Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab disebutkan mendapat teror. Ada yang diduga sedang mengincar nyawanya melalui penembak jitu atau sniper. Buktinya, di pendopo miliknya yang ada di Megamendung, Bogor, Jawa Barat ada bekas seperti tembakan yang diklaim dari sniper.

Akan tetapi, banyak kejanggalan di dugaan aksi teror itu. Apalagi, pria yang kini menjadi tersangka atas kasus penodaan Pancasila di Polda Jawa Barat itu sudah berada di Saudi Arabia dengan dalih mengungsi. Selain itu, berbagai dugaan pelanggaran hukum lainnya juga sedang menanti Habib Rizieq.
Benarkah Habib Rizieq diteror, atau mencari alasan untuk bisa kabur dari jeratan hukum yang mengincarnya? Berikut rangkuman JawaPos.com terkait lima kejanggalan aksi teror terhadap Habib Rizieq:

1. Bidikan Sniper Meleset

Peneror pria yang kerap mengenakan gamis warna putih itu diduga seorang sniper. Namun, anehnya tembakan sniper tersebut disebut meleset. Padahal seorang penembak masuk kualifikasi sniper atau penembak jitu tentu memiliki jam terbang menembak tepat sasaran yang tinggi. Tidak semudah itu untuk meleset.

Tapi nyatanya, Habib Rizieq terlepas dari bidikan. Seolah-olah pelaku yang menembak adalah orang amatiran, padahal tak sembarangan penembak bisa menjadi sniper. "Habib Rizieq tinggalkan tanah air, gara-gara ditembak sniper. Kalau nggak salah (penembakan), Selasa (25/4). Untungnya meleset, kena pendopo," ungkap Sambo, Jumat (28/4).

2. Tak Melapor ke Polisi

Meski mendapat aksi teror, Habib Rizieq malah enggan melaporkannya ke polisi. Padahal secara tegas, polisi menyarankan membuat laporan. Tujuan, agar kepolisian bisa mengusut kasus itu. Polisi tidak bisa bergerak karena penyidik akan bekerja berdasarkan laporan yang dibuat masyarakat. Kalau tak ada laporan, maka insiden penembakan itu tak bisa diselidiki.

“Kami tida bisa bergerak dong. Semua berdasarkan laporan. Kalau tidak ada laporan bagaimana? Pokoknya ya dilaporkan saja dulu," terang Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus.

3. Dalih Mengungsi Padahal Hendak Diperiksa

Habib Rizieq Shihab kini berada di Saudi Arabia. Disebutkan dia sengaja ke sana karena sudah merasa tak aman. Ketua Presidium 212 Ustaz Ansufri ID Sambo mengatakan akibat teror tersebut, Habib Rizieq pun memutuskan memboyong keluargaanya ke luar negeri.

Sementara, diketahui Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan mengatakan, mereka bakal memanggil kembali Habib Rizieq Shihab pada 2 atau 3 Mei. "Kalau enggak 2 Mei atau 3 Mei ya. Yang pasti tidak tanggal satu karena Hari Buruh," terang mantan Kapolda Jawa Barat itu.

Habib Rizieq akan diperiksa berkaitan dengan kasus chat sex yang menyeretnya dengan Firza Husein yang tak lain adalah tersangka kasus makar pada Aksi 212 tahun 2016 silam.

4. Tak Ada Bukti Kuat Penembakan

Penembakan yang dikabarkan dilakukan di pendopo Habib Rizieq hingga kini belum terbukti. Pasalnya pihak Habib Rizieq tak juga melaporkan kejadian itu ke polisi. Tidak ada yang bisa membuktikan penembakan itu, baik dari bagian mana pendopo yang ditembak, sampai proyektil peluru, dan bekas-bekas penembakan. Yang ada, hanya pengaduan teror ke Komnas HAM. Itu tidak wajar karena kalau ingin kasus itu diusut, sebaiknya kubu Habib Rizieq melapor ke polisi. "Ya kalau ada, bikin laporan saja. Kalau memang ada kejadiannya gampang, dilaporkan," cetus Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus.

5. Mengaku Mengungsi, Padahal Menjalankan Umrah

Akibat aksi teror yang dialami Habib Rizieq di pendoponya, kini dia tengah berada di Tanah Suci untuk mengamankan diri. Hal ini disebutkan oleh Ketua Presidium 212 Ustaz Ansufri ID Sambo saat melaporkan kejadian itu ke Komnas HAM.

Namun, pernyataan itu dibantah Sugito Atmo Prawiro selaku kuasa hukum Rizieq. Dia menyebutkan kliennya sedang di Saudi Arabia untuk ibadah. "Lagi ibadah (umrah) sama keluarga. Mungkin sudah merencanakan lama, tapi enggak mau ramai. Lawyernya pun nggak dikasih tahu," kata dia saat dikonfirmasi, Jumat (28/4).

Ketika disinggung apakah sengaja Umroh untuk menghindari pemanggilan polisi, Sugito menampik hal itu. Menurutnya, Rizieq telah lama merencanakan umroh sebelum lebaran itu. "Bukan, bukan karena itu (menghindari panggilan)," terangnya. (elf/JPG)
Sumbear: jawapost.com
Share on Google Plus

About Sekilas news

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment