Sandiaga Sudah Benar-Benar Tak Punya Dana “Tak Mau Rugi Lagi”



Sekilasnews.com “Saya minta karena ekonomi sedang sulit, yuk kita seefisien mungkin, Saya coba tantang tim keuangan bisa enggak dibuat lebih rendah, karena kami memiliki keterbatasan dana” Rabu (8/3/2017).

Kalimat diatas benar-benar tidak bisa dilupakan oleh saya. Masih terngiang-ngiang hingga saat ini, Bagaimana tidak? Nominal yang dikeluarkan oleh Sandiaga cukup terbilang fantastis

Dana Kampanye Pasangan Anies Sandi ini berjumlah Rp 46.7 Miliar, Sandiaga Uno Sumbang 96 Persennya. Dalam paparan jumlah penerimaan dana kampanye sejak 1 Januari 2016 hingga 31 Desember 2016 mencapai Rp 46.7 miliar atau bertambah sebesar Rp 27.6 miliar dibanding laporan terakhir bulan Oktober 2016 yakni Rp 19.01 miliar.

Rincian penerimaan dana tersebut diantaranya berasal dari Partai Gerindra sebesar Rp 750 juta. PKS sebesar Rp 350 juta, Anies Rasyid Baswedan sebesar Rp 400 juta, badan hukum sebesar Rp 358 juta. Sementara hibah terbesar diketahui jumlahnya berasal dari Sandiaga Uno seorang yang mencapai Rp 44.851 miliar atau sekitar 96 persen dari total penerimaan dana kampanye.

Harapan atau ekspektasi dari Sandiaga Kala Itu.

Ketika berita tersebut dilansir Jumat 13 Januari 2017 Sudah sempat disinggung oleh wartawan  terkait perbedaan jumlah yang di sumbangkan oleh Sandiaga terhadap Anies. Namun disini Sandiaga membela Anies dengan menjawab sebagai berikut:

Nilai dana kampanye yang disetorkan oleh saya ( Sandi ), diungkapkannya masih jauh dibandingkan dengan nilai yang sudah diberikan Anies, menurutnya ( Sandi ) dananya tersebut tidak lebih dari satu persen ( dari nilai kekayaan pribadi saya )

Ucapan dari Sandiaga langsung adalah sebagai berikut:

Alhamdulillah, saya ikhlas, karena memang mas Anies sudah menyumbangkan lebih dari 10 persen dari miliknya, kalau saya ini masih jauh, justru belum ada satu persennya. Jadi masih jauh.

Kalau melihat data dari ucapan Sandiaga diatas, dia mengatakan bahwa ( dari nilai kekayaan pribadi saya ) ini hanya satu persen saja. Mari kita bandingkan dari total kekayaan Sandiaga dari website KPUD. Berjumlah 3.856.763.292.656 Terdiri dari:

Bisa kita lihat bersama bahwa, ternyata memang benar dia hanya mensisihkan 1% sesuai apa dengan apa yang dia omongkan diatas. Karena total kekayaanya 3.8 triliyun sedangkan dia sudah membayar hanya sekitar 44 miliar maka kurang lebihnya sisa aset Sandiaga berjumlah 3.7,5 triliyun dan anggap saja hitung-hitungan kasar itu bernilai dengan 1% nilai ini memang relatif kecil dibanding jumlah total Aset yang dimiliki oleh sandiaga.

Harapan dia adalah “Insya Allah selama bulan Januari ini akan ada penambahan dari rekan-rekan saya yang juga merupakan pengusaha-pengusaha besar di Indonesia, nanti akan kita sampaikan lagi laporannya”

Sayangnya hal tersebut tidak terbukti sama sekali kura-kura.

Sandiaga Sudah Tidak Mau Rugi

Kenapa saya bisa bilang demikian? Karena jelas kalau dibilang dia sudah tidak punya uang lagi itu tidak mungkin, dia masih punya 3.4 T Aset milik pribadi yang bisa kapanpun dicairkan. Artinya disini dia sudah tidak mau rugi

Maka dari itu Sandiaga Ingin Prabowo bantu galang dana kampanye lewat dinner.

“saya laporkan keuangan kita sangat minim sekali. Lalu ditanya apa yang bisa dibantu, saya bilang apa saja bisa membantu. Jadi kalau dia (Prabowo) mau galang dana, itu dampaknya akan baik”

“Dari segi penggalangan dana, kalau Pak Prabowo bisa undang makan malam seperti yang pernah dicoba sebelumnya terhadap para pengusaha besar, mungkin bisa dibuka dan beliau menyanggupi. Dulu pernah dicoba waktu Pilpres 2014 galang dana lewat dinner. Target belum dihitung, tapi saya lempar konsepnya,” sambungnya.

Sangat terlihat jelas disini Sandiaga sedikit terbebani dengan anggaran dana kampanye, maka dari itu Sandiaga ingin menekan timsuksesnya untuk “Seefisien mungkin” dengan cara ” Saya coba tantang tim keuangan bisa enggak dibuat lebih rendah, karena kami memiliki keterbatasan dana”

Berbeda sekali dengan Ahok Djarot.

Hanya dengan modal dengkul, dengan dana sumbangan pribadi yang sedikit, mereka berhasil mengumpulkan dana dari rakyat Jakarta dengan jumlah yang cukup besar, tanpa stress atau merasa rugi akan hal apapun Ahok Djarot didukung oleh rakyat Jakarta untuk bisa berkampanye untuk menjabat kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Sungguh fenomena yang sangat berbeda sekali. Sandiaga selalu berusaha meloby-loby one on one ujar dia kemarin, dia berusaha melobby banyak pengusaha untuk ikut berjuang bersama, kurang lebihnya mencari lobby dengan Hary Tanoe seperti kemarin dan hari ini ke pak Prabowo.

Sedangkan Ahok Djarot, hanya perlu fokus blusukan-blusukan saja dan menyapa warga, karena dana selalu dapat sendiri tanpa perlu pusing, tanpa perlu fokus melobby pengusaha manapun.
Sumber Tribunnews





REMI13 Poker Online Terpercaya Dengan 7 Jenis Permainan Poker Dan Domino Dalam 1 Web
Dapatkan Bonus Referral 20% Dan Bonus Cashback 0,3% Setiap Minggunya , Dibagikan 2X Dalam Seminggu, Setiap Hari Rabu Dan Hari Sabtu
Min Deposit : Rp 25,000 - Min Withdraw : Rp 50.000

Agen Bola SBOBET,MAXBET,CASINO DAN LAIN-LAIN


WASPADA PHISING SITE / SITUS PALSU !!!

HUBUNGI
Facebook : Remi13
Pin BBM : D616389B
No hp : +85586591941
Twitter: @pokerremi13
Wechat : remitigabelas
Line : poker_remi13
What app : +85586591941

Daftarkan Diri Anda Sekarang Juga , Raih Kemenangan Bersama kami!


Share on Google Plus

About Sekilas news

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment