Pihak Amih: Jalan Kekeluargaan Ditolak, Anak Tetap Gugat Rp 1,8 M

Pihak Amih: Jalan Kekeluargaan Ditolak, Anak Tetap Gugat Rp 1,8 M
Siti Rohaya (83) alias Amih (Hakim Ghani/detikcom)

Sekilasnews.com Garut - Siti Rohaya (83) atau yang akrab disapa Amih, seorang ibu dengan 13 anak asal Garut, Jawa Barat, yang digugat ke pengadilan dan dituntut membayar Rp 1,8 miliar oleh anak dan menantunya, Yani Suryani dan Handoyo, ternyata sudah berupaya keras memecahkan masalah ini dengan cara kekeluargaan. Namun beberapa kali upaya tersebut ditempuh berakhir buntu.

Bahkan kuasa hukum Amih, Johan Djauhari, secara khusus telah menemui Yani dan Handoyo. Johan telah merayu mereka agar nominal yang mereka gugat bisa disesuaikan dengan asal nilai pinjaman pada awal 2001. Namun usaha tersebut sia-sia karena Yani dan Handoyo tetap pada pendirian mereka.

"Saya beberapa kali menemui mereka untuk mediasi hal ini, tapi gagal, Yeni dan Handoyo tetap dengan gugatannya," kata Johan kepada wartawan, Minggu (26/3/2017).




Lanjut Johan, syarat yang diajukan pasangan suami-istri ini juga tidak rasional jika dihitung berdasarkan nilai utang. Mereka mengatakan, jika nilai gugatan tersebut diturunkan, keduanya meminta separuh dari nominal yang digugatkan.

Djohan menilai gugatan pasutri ini sangat tidak relevan karena kedua penggugat menghitung nilai kerugian materiil dan imateriil, sehingga totalnya menjadi Rp 1,8 M. Nominal itu terdiri dari Rp 600 juta berupa kerugian materiil dan Rp 1,2 miliar sebagai kerugian imateriil.

"Ini sangat tidak relevan," ucap Johan.

Johan mengaku terenyuh atas kasus ini. Menurutnya, kasus ini memang merupakan kasus perdata biasa. Namun, jika dilihat dari siapa penggugat dan yang digugat, Johan merasa prihatin.

"Ini kan sebetulnya kasus perdata biasa. Tapi, jika dilihat siapa yang digugat dan siapa yang menggugat ini kan sesuatu yang memprihatinkan," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Siti Rohaya alias Amih digugat oleh anak kandung dan menantunya sendiri, Yani Suryani dan Handoyo. Amih digugat karena masalah utang-piutang yang sebenarnya merupakan utang dari anak keenamnya, Asep Rohendi, pada 2001. Amih menjadi terseret dalam kasus ini karena turut menandatangani surat pernyataan kepemilikan utang yang disodorkan oleh Yani pada Oktober tahun lalu.

Kasus ini sendiri akan kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Garut, Kamis (30/3) mendatang.
Sumber: detik.com


Share on Google Plus

About Sekilas news

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment