Mimpi Haji Lulung jadi pimpinan Partai Kabah

Haji Lulung pasca pemecatan dirinya. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Sekilasnews.com - Wakil ketua DPRD DKI Fraksi PPP, Abraham Lunggana atau Haji Lulung dipecat oleh ketua umum PPP, Djan Faridz. Hal itu lantaran Lulung ogah mendukung Ahok dan lebih merapatkan barisan ke Anies Baswedan- Sandiaga Uno.

Menurut Lulung, keputusannya untuk mendukung pasangan Anies-Sandi di putaran kedua merupakan amanat organisasi berdasarkan hasil rapat dan musyawarah serta saran dan masukan dari para ulama.

"Saya sampaikan sejak putaran pertama kenapa saya tidak mendukung kebijakan itu (dukung Ahok- Djarot) karena memang semenjak kita rapat dari ranting, tingkat kelurahan, kecamatan, dan lima wali kota, serta satu kota administrasi Pulau Seribu dan para ulama, majelis pertimbangan, majelis syariah sepakat untuk tetap tidak mendukung kebijakan itu karena sangat bertentangan dengan azas partai kami, yaitu azas partai islam," kata Lulung.

Meski begitu, Lulung mengaku tetap menghargai keputusan Djan Faridz pada saat itu. Namun, ia sudah menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengikuti kebijakan tersebut dan lebih memilih mendukung pasangan Agus-Sylvi namun tidak mengatasnamakan partai.

"Tapi kenapa kemudian hari ini kita pakai partai? Setelah putaran kedua PPP yang dipimpin Romy sampai hari ini tidak menyatakan sikap untuk mendukung siapa, bahkan beliau mengatakan netral. Artinya netral beliau menurut kami tidak lagi membela partai umat atau konstituen yang telah membesarkan partai ini," ujar Lulung.

"Kedua, Pak Faridz masih tetap mendukung paslon nomor dua, kemudian saya katakan sekali lagi sangat bertentangan dengan azas partai kita karena azasnya azas Islam. Teman-teman sepakat partai ini harus dijaga kalau DPP tidak melakukan pembelaan kepada partai, umat, atau konstituen yang telah bela partai jadi besar, katakanlah di DKI Jakarta," terang Lulung.

Lulung mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin mengecewakan umat islam yang telah memberi kepercayaan kepada partai PPP.

"Umat Islam serta konstituen sudah berikan kepercayaan kepada kami lewat dukungan suaranya. Pada Pileg, suara yang kami dapat hampir 1 juta. Yaitu berupa 10 kursi DPRD dan 3 kursi DPR. Ada aspirasi dari akar rumput melalui ranting-ranting, ada aspirasi dari masyarakat ke ranting-ranting dirapatkan di tingkat DPW. Kita putuskan kita tetap istiqomah pada azas partai Islam kita," tandas Lulung.

Lulung pun tidak akan meminta PPP kubu Romahurmuziy pasca pemecatannya yang dilakukan PPP kubu Djan Faridz. Sebab, Lulung juga sudah dipecat oleh PPP kubu Romi. Kini, Lulung justru berambisi menjadi pimpinan tertinggi partai berlambang kabah itu.

"Saya mau jadi ketua umum kok. Ketua umum PPP," kata Lulung.

Lulung mengaku ingin menyelamatkan PPP yang dinilainya sudah melenceng dari azas partai. "Minta maaf ya, sebagai umat islam kita tinggal satu loh wadah berhimpun umat Islam yang konsisten tinggal PPP loh. Kalau PPP enggak ada, selesai ini republik," tegas Lulung.

Menurutnya, Djan Faridz seharusnya disalahkan karena telah melanggar AD/ART partai. Djan dinilai tidak punya dasar kuat untuk memecatnya dari partai.

"Sekarang gini, ini kan saya dalam AD ART ada pembelaan di situ dasarnya apa dia berhentiin saya? Yang salah siapa? Yang salah dia, masak enggak pahami azas kita. Dia tak menjalankan amar maruf nahi munkar," tegas Lulung.
Sumber: merdeka.com





Share on Google Plus

About Sekilas news

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment