Kasus lama Sandiaga mulai diusut di putaran kedua

Sandiaga Uno. ©2017 Merdeka.com/anisatul

Sekilasnews.com - Calon Wakil Gubernur DKI Sandiaga Salahuddin Uno dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Cawagub dari Anies Baswedan itu dilaporkan terkait kasus pidana penggelapan pada Desember 2012.

"Iya (adanya laporan tersebut)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan soal adanya pelaporan terhadap Sandiaga saat dihubungi merdeka.com.

Dalam laporan yang diterima polisi dengan Nomor Laporan TBL/1151/III/2017/PMJ/Dit Reskrimum, tertanggal 8 Maret 2017, ada dua orang yang menjadi terlapor. "Korban inisialnya DH, terlapornya pertama AT dan SU. Kerugiannya meteril," katanya.

Sandiaga dilaporkan oleh Ketua Dewan Direksi Ortus Holdings Edward Seky Soeryadjaya, melakukan penggelapan aset terkait proses penjualan tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten, tahun 2012 silam.

Saat dikonfirmasi atas laporan tersebut, Sandiaga mengaku tak tahu menahu terkait kasus tersebut. "Enggak ingat saya, asli enggak ingat. Saya mesti cek dulu. Saya baru lihat laporan ini, saya enggak mengerti kasus ini," kata Sandiaga saat ditemui di kawasan Palmerah.

Lebih lanjut Sandiaga pun mengaku belum menerima laporan. Sehingga dia pun belum bisa menjelaskan kasus pelaporan tersebut.

"Jadi izin untuk mengkonsultasi dengan tim hukum, pada teman-teman dari media apa sebetulnya esensi kasusnya, apa kaitannya dengan saya. Tapi kita harus hargai proses hukum untuk pelaporan ini. Esensinya juga sebetulnya saya enggak menguasai sama sekali dan enggak mengerti untuk kasus apa," jelas Sandiaga.

Meski demikian, Sandiaga mengaku mengetahui nama Fransisca Susilo. Dia adalah mantan istri dari guru dan mentor Sandiaga yakni Edward Suryajaya.

Namun Sandiaga mengaku tak begitu paham sebab saat pernikahan Edward San Francisca dirinya tak dilibatkan.

"Saya enggak tahu karena saya waktu kawinnya sendiri enggak dilibatin, maksudnya mereka nikah terus punya anak, terus yang saya tau Pak Edward nikah dengan istri yang sekarang," jelas Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga juga akan diperiksa terkait kasus tindak pidana pencemaran nama baik atau fitnah yang dilaporkan seorang perempuan bernama Dini Indrawati Septiani. Dini melaporkan anggota komunitas ' Jakarta Berlari' setelah terlibat percekcokan. Komunitas 'Jakarta Berlari' diketahui Sandiaga masuk sebagai anggota. Namun, Sandiaga bukan sebagai pihak yang dilaporkan melainkan saksi yang mengetahui kejadian.

Kejadian percekcokan hingga terjadi dugaan pencemaran nama baik terjadi pada periode 31 Oktober 2013 di Gelora Bung Karno. Kemudian dilaporkan Dini ke Polsek Metro Tanah Abang pada 7 November 2013.

Namun, dalam pemeriksaan perdana itu Sandiaga tak bisa hadir. Melalui kuasa hukumnya, pengusaha muda tersebut meminta penundaan meminta keterangan dirinya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pemeriksaan Sandiaga untuk mengetahui akar permasalahan kasus tersebut. Sebab, Sandiaga ikut serta dalam komunitas tersebut.

"Iya kegiatan lari yang dimiliki saksi (Sandiaga). Di sana ada kegiatan kan. Makanya kami dalami. Saksi yang diduga mengetahui kejadian dan peristiwanya," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/3).

Sementara pasangan Sandiaga di Pilkada Jakarta, Anies Baswedan mengaku tak mau ikut pusing dengan diperiksanya Sandiaga Uno oleh Polsek Tanah Abang terkait kasus pencemaran nama baik. Calon Gubernur DKI Jakarta ini merasa kasus semacam itu pasti akan timbul di masa kampanye, sebab kejadian dalam kasus itu terjadi pada tahun 2013.

"Menurut saya ini akan terus muncul lagi hal-hal yang unik begini, tapi namanya juga Pilkada putaran kedua, jadi ya biasa ajalah," ujar Anies di kawasan, Jakarta Selatan, Senin (13/3).

Mantan Mendikbud ini percaya Pemerintah akan tetap netral pada Pilgub DKI putaran kedua. Sebab Presiden Jokowi yang merupakan kader PDIP pernah menyatakan tak berpihak pada siapapun sepanjang masa Pilkada serentak 2017.

"Saya percaya dengan kata-kata yang diucapkan (Jokowi), karena itulah yang menjadi pegangan kita bahwa pemerintah akan netral, dan kita sama-sama rakyat lihat buktinya," kata Anies.

Ditambahkan Anies, saat ini warga sudah pintar menilai isu politik yang tengah terjadi. Sehingga Pemerintah akan berputar dua kali untuk memihak salah satu paslon.

"Kalau saya enggak melihat ini ada oknum-oknum bekerja, tapi enggak selalu oknum itu tidak selalu garis dari pemerintah," tutup Anies. [gil]
Sumber: merdeka.com




REMI13 Poker Online Terpercaya Dengan 7 Jenis Permainan Poker Dan Domino Dalam 1 Web
Dapatkan Bonus Referral 20% Dan Bonus Cashback 0,3% Setiap Minggunya , Dibagikan 2X Dalam Seminggu, Setiap Hari Rabu Dan Hari Sabtu
Min Deposit : Rp 25,000 - Min Withdraw : Rp 50.000

Agen Bola SBOBET,MAXBET,CASINO DAN LAIN-LAIN



WASPADA PHISING SITE / SITUS PALSU !!!

HUBUNGI
Facebook : Remi13
Pin BBM : D616389B
No hp : +85586591941
Twitter: @pokerremi13
Wechat : remitigabelas
Line : poker_remi13
What app : +85586591941

Daftarkan Diri Anda Sekarang Juga , Raih Kemenangan Bersama kami!


Share on Google Plus

About Sekilas news

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment