Fadli Zon: pemisahan agama dan politik akan timbulkan masalah



Sekilasnews.com Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengkritik pernyataan Presiden Joko Widodo ihwal harus adanya pemisahan antara agama dan politik dalam pidatonya saat kunjungan kerja ke Sumatera Utara.

Fadli menilai, pernyataan Jokowi tidak tepat dan ahistoris. "Indonesia bukan negara agama, tapi bukan berarti agama harus terpisah dari kehidupan politik," kata Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, hari ini.

Presiden Jokowi saat kunjungan kerja ke Sumut meminta persoalan politik dan agama dipisahkan agar tidak terjadi gesekan antarumat. Seperti pada Pilkada serentak yang digelar 15 Februari lalu dan akan kembali dilaksanakan tahun depan, Jokowi mewanti-wanti agar tidak dicampuradukkan antara agama dan politik, karena Indonesia memiliki banyak agama, suku dan bahasa.

Fadli Zon menjelaskan, agama dalam masyarakat Indonesia sudah menjadi realita sosial sekaligus politik yang tidak dapat dipisahkan. Secara historis, kata politisi Gerindra ini, semangat tersebut sudah sejak awal dibangun oleh para pendiri bangsa ini.

"Agama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari rakyat Indonesia melingkupi seluruh aspek kehidupan baik ekonomi, politik, hingga hukum," katanya.

Menurut Fadli, hukum agama diakui dalam sistem hukum negara seperti hukum perkawinan, warisan, dan lainnya. Bahkan, dalam Pancasila, pembukaan UUD 1945 diawali dengan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini bukti bahwa di Indonesia antara agama dan politik tidak dapat dipisahkan.

"Justru pemisahan agama dan politik bisa menimbulkan masalah. Apalagi kalau menganggap agama sebagai candu seperti Karl Marx atau racun seperti kata Mao Tse Tung. Agama adalah tuntunan hidup bagi umatnya dan dijamin oleh konstitusi," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Fadli Zon justru menilai gesekan dalam pemilihan kepala daerah, lebih disebabkan oleh pernyataan satu orang yang sangat provokatif. Problem utamanya terletak pada ketidakmampuan satu orang mengendalikan ucapannya di depan publik.

"Jika saja tidak ada pernyataan saudara Basuki Tjahja Purnama yang menyinggung kelompok Islam, gesekan masyarakat juga tidak akan eskalatif seperti saat ini," sebutnya.

Fadli berharap Presiden dapat lebih jernih mengidentifikasi akar permasalahan. Gesekan saat ini tidak ada hubungannya dengan relasi antara agama dan politik.
Sumber:: rimanews.com



Share on Google Plus

About Sekilas news

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment