Ahok Sedih Bakal Dipecat Anies Baswedan

Ahok Sedih Bakal Dipecat Anies Baswedan
Sekilasnews.com , JAKARTA – Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, sempat berandai-andai menjadikan calon gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sebagai salah satu penasihat apabila mereka terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

Tapi dalam tayangan Mata Najwa di Metro TV, Seniin (27/3/2017) malam, Anies mengaku akan memecat Ahok.

Menanggapi hal tersebut, Ahok sedih.

"Makanya saya sedih saya, dulu bilang mau angkat saya jadi staf ahli," kata Ahok kepada wartawan di gedung Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat

Ucapan Anies akan mengangkat Ahok sebagai penasihat, diketahui mantan bupati Belitung Timur dari pemberitaan di media massa.

"Kan dia ngomong di media. Penasihat. Tadienggak ada ngomong penasihat lagi. Dipecatbeneran saya. Sedih saja," katanya.

Kalimat memecat Ahok itu dilontarkan Anies, saat pembawa acara Mata Najwa, Najwa Shihab, menyatakan ada dua persepsi kepemimpinan berbeda antara Ahok dan Anies.

Bila kepemimpinan Ahok dipersepsikan ceplas-ceplos, apa adanya, mudah marah, dan mudah memecat anak buah.

Sedangkan kepemimpinan Anies dipersepsikan banyak orang sebagai orang yang santun, tidak tegas, dan tidak berani pecat anak buah.

Mendengar ada kalimat tidak berani pecat anak buah dari Najwa Shihab, Anies pun mengeluarkan pernyataan saat mencalonkan dirinya sebagai gubernur DKI merupakan langkahnya untuk memecat Ahok dari jabatannya sebagai gubernur DKI yang sekarang.

Calon Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan.

"Tidak mungkin memecat anak buah? Sekarang saja saya sedang berusaha memberhentikan Pak Basuki dari gubernur. Jadi bagaimana kita enggak berani (pecat), apalagi anak buahnya, gubernurnya aja maudiberhentiin," kata Anies.

Menanggapi pernyataan Anies, Ahok langsung menjelaskan kalau yang berhak memecat dirinya adalah warga Jakarta.

Karena kontraknya dia dengan warga Jakarta hingga Oktober 2017.

"Dalam hal ini, saya memang anak buahnya Pak Anies. Karena saya pelayan warga Jakarta. Jadi kalau mau mecat saya, bukan sebagai calon gubernur, tetapi sebagai warga DKI," jawab Ahok.

Rusak mental

Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang ditawarkan pesaingnya pasangan calon nomor urut tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno merusak mental.

KJP Plus pada dasarnya tetap memberikan subsidi pendidikan bagi anak tidak mampu.

Hanya bedanya, KJP Plus boleh untuk anak yang tidak duduk di bangku pendidikan formal dan sistemnya bisa tarik tunai.

Ahok menilai modifikasi yang ditawarkan Anies-Sandi tidak mendidik warga.

"Karena dia mau kasih tunai, kan dia kasih kontan. Kalau dia mau kasih kontan kami nggak punya data, itu ngerusak mental. Ngerusak mentalnya apa, orang nggak mau sekolah pun kasih KJP, KJP itu justru untuk mendorong orang mau sekolah, kita terbitkan KJP untuk memcegah orang putus sekolah," kata Ahok kepada wartawan di Gedung Metro TV, Jakarta Barat, Senin (27/3/2017) malam.

Ahok mencontohkan jika dirinya ingin curang menang dalam Pilkada DKI tahun 2017, bisa saja memberikan KJP secara tunai kepada pelajar.

Dengan menyalurkan anggaran Rp 2,6 triliun, calon gubernur petahana ini yakin menang, lantaran disebut berjasa bagi-bagi uang.

"Kalau saya lakukan seperti itu apa nggak merusak mental orang? Menguntungkan saya nggak kalau semuanya saya kasih tunai Rp 2,6 triliun, dibagiin boleh tarik langsung. Itu kan hibah boleh ditarik semua, boleh belanja aja seenaknya bapak-emaknya semua. Ini yang saya bilang ga boleh," kata Ahok.


Share on Google Plus

About Sekilas news

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment