Pimpinan Demo 212 'Curhat' Status Ahok dan Rizieq ke DPR

Perwakilan FUI bertemu pimpinan DPR menyampaikan mengenai status Ahok yang belum dinonaktifkan meski sudah menyandang status terdakwa. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta, Sekilasnews.com Indonesia -- Perwakilan Forum Umat Islam dan peserta aksi 212 yang berlangsung di depan gedung DPR/MPR diterima masuk ke gedung parlemen untuk menemui Komisi III DPR RI.

Dalam pertemuan, mereka menyampaikan empat tuntutan, di antaranya keadilan atas status Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang belum dinonaktifkan meski sudah menyandang status terdakwa kasus penistaan agama.

"Kami membawa massa sebagai bentuk kepedulian kami kepada kasus Ahok yang menyita waktu tenaga dan biaya tidak sedikit," kata Sekretaris Jenderal FUI Muhammad Al-Khaththath di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/2).

Al-Khaththath menilai, pembiaran status akan membuka peluang bagi Ahok untuk mengulangi perbuatannya. Dia juga meminta agar Ahok segera ditahan dan dapat dihukum secara maksimal karena terbukti melanggar Undang-undang (UU).

"Alhamdulilah kami tidak akan berhenti sampai hukum dan keadilan ditegakkan," katanya.

Lihat juga: Mahasiswa Tuntut MPR Gelar Sidang Istimewa dalam Aksi 212

Selain itu, Al-Khaththath menyampaikan soal kriminalisasi yang diduga dialami beberapa ulama, seperti pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab yang menghadapi 12 perkara hukum sekaligus, dan Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir yang dituding melakukan pencucian uang dalam aksi 411 (4 November) dan 212 (2 Desember 2016).

"Kriminalisasi ini kami melihat banyak yang aneh-aneh," ujar dia.

Al-Khaththath menambahkan, pihaknya juga meminta agar Komisi III DPR memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Kapolda Metro Irjen M Iriawan lantaran terdapat tindakan represif berupa penangkapan bagi para mahasiswa usai aksi 411.

Al-Khaththath dalam penyampaiannya di Komisi III DPR ditemani sejumlah tokoh unsur yang ikut dalam aksi 212, seperti di antaranya Ketua Umum Parmusi sekaligus koordinator aksi, Usamah Hisam, dan beberapa perwakilan massa lainnya. Mereka diterima Komisi III DPR yang dipimpin Bambang Soesatyo.

Lihat juga:Komisi Hukum DPR Berencana Temui Perwakilan Massa Aksi 212

Sementara itu, Ketua DPR Setya Novanto mengatakan, demonstrasi merupakan hak semua warga negara. Meski demikian, dia meminta agar para pedemo tetap menjaga ketertiban.

"Kami harapkan bahwa demo pada hari ini bisa berjalan aman dan juga tertib disiplin," ujar Setya.

Pimpinan Demo 212 Minta Keadilan soal Status Ahok ke DPR
Polisi berjaga di depan Gedung DPR/MPR. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) Ketika pimpinan demo bertemu dengan perwakilan dewan, massa di luar gedung DPR/MPR terus berorasi dari mobil komando, sembari sesekali melantunkan doa dan takbir.

Massa juga sempat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama.

Dari pantauan CNNIndonesia.com saat ini ratusan orang ikut berdemo dan memadati jalanan depan gedung MPR. Mereka berdatangan sejak pukul 09.30 WIB. Massa yang memadati jalanan membuat jalan protokol maupun jalur busway ditutup, dan arus lalu lintas dialihkan lewat jalan tol. 

Sejak pagi tadi, para aparat keamanan siaga berjaga di balik gerbang gedung DPR/MPR Senayan. (yul)
Share on Google Plus

About Sekilas news

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment