Ini tanggapan Anies program kredit rumah tanpa DP di-bully netizen

Anies Baswedan. ©2017 Merdeka.com/anisyah

Sekilasnaews.com - Sejumlah netizen di sosial media banyak yang meragukan program kredit rumah dengan down payment (DP) Rp 0 yang digagas paslon Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Ada berbagai macam kritikan yang diberikan netizen, salah satunya yaitu Anies terlalu mengumbar janji agar dipilih warga Jakarta pada putaran kedua.

Anies pun akhirnya angkat bicara soal cibiran netizen di dunia maya tersebut. Kata Anies program kredit rumah tanpa DP itu justru terobosan baru pemerintahannya bila terpilih April mendatang.

"Ini program untuk warga bisa sejahtera dengan mereka bisa memiliki rumah, kemudian ini akan kita buat sebagai terobosan. Masa untuk motor, mobil kemudahannya luar biasa, tetapi kenapa rumah enggak bisa?" kata Anies di Posko Pemenangan Anies-Sandi Jalan Cicurug No 6, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/2).

Sebagai gubernur, kata Anies, harusnya bisa memberikan solusi untuk warga Jakarta. Salah satu permasalahannya adalah ketersediaan hunian untuk warga Jakarta. Sebab saat ini banyak warga Jakarta yang tinggal di Jakarta dengan menyewa.

"Kenyataan di lapangan banyak warga Indonesia tidak hanya warga Jakarta kesulitan memiliki rumah karena mekanisme pembiayaannya. Itu ada aturannya. Jadi kami malah akan mensiapkan perangkat aturannya supaya memungkinkan," kata Anies.

Anies mengaku sebagai pemimpin harus bisa berpihak terlebih dahulu. Maksudnya berpihak kepada masyarakat kecil sehingga hasil keberpihakannya tersebut diaplikasikan dalam mekanisme aturan.

"Jadi pemimpin itu berpihak dulu, ada keberpihakan. Dari keberpihakan dibuat mekanisme aturannya. Sandang, pangan dan papan itu hak paling dasar, kok boleh kita mikirn pangan, sandang tapi papannya 'sudahlah nyewa aja kalian'. Tega gitu loh bilang nyewa aja. Enggak lah, mari kita miliki. Aturannya mungkin," kata Anies.

Anies mengaku program kredit rumah DP Rp 0 itu tak main-main dijanjikan Anies-Sandi. Anies mengaku memiliki opini berlandaskan hukum (legal opinion).

"Ada legal opinionnya. Ini serius bukan main-main. Jangan panik kalau lawan ada terobosan, tawarkan yang lebih baik. Masa cuma ngebully bisanya, tawarin dong yang lebih baik," ujar Anies sambil menunjukkan sebuah berkas di tangan kanannya.

Anies pun mengaku programnya disambut baik oleh pihak perbankan swasta. "Ini direspons oleh sektor keuangan dengan positif. BCA mau, siap. Perbankan berbagai tempat di dunia dilakukan, di Australia harus memiliki DP 20 persen kecuali peraturan pemerintah boleh 0 persen," kata Anies.

Atas respons tersebut, kata Anies, warga tak perlu lagi khawatir. Sebab, ada pihak perbankan yang sudah tertarik dengan program itu. Tinggal pemerintahnya mau tidak berpihak kepada rakyat kebanyakan.

"Jangan untuk pembangunan rumah mewah dimudahkan, pembangunan rakyat biasa aturannya susah. Jangan untuk gusur enggak lihat peraturan, kalah di PTUN, tapi untuk membangun rumah rakyat lihat aturan dan bilang enggak bisa. Loh kok mendadak terobosan-terobosan itu menjadi tumpul ya, ketika membicarakan DP untuk rakyat banyak," jelas Anies.

"Kami justru akan membela rakyat supaya punya rumah, kami akan mencari cara dan Alhamdulillah sudah ada caranya. Nanti, kita akan buat aturannya, nanti levelnya mungkin Pergub atau Perda supaya bisa dieksekusi," kata Anies. [dan]
Sumber: merdeka.com


Share on Google Plus

About Sekilas news

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment