Absen aksi 212, nyali Habib Rizieq rontok?


Sekilasnews.com– Imam besar FPI sekaligus Ketua Dewan Pembina GNPF MUI, Habib Rizieq Syihab dipastikan absen dalam aksi 212 jilid dua hari ini, yang dimotori Forum Umat Islam (FUI).

Yang juga dikabarkan tidak ikut adalah panglima GNPF-MUI, Munarman, juga bala FPI. Alasan Rizieq dan Munarman absen adalah supaya demo untuk mengawal isu penistaan agama oleh tersangka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) murni gerakan umat—sebuah alasan yang anomali; bukankah aksi-aksi sebelumnya juga dikatakan gerakan umat!? GNPF-MUI hanya akan memantau aksi tersebut.

FUI menegaskan aksi 212 jilid II adalah aksi damai. Koordinator aksi, Bernard Abdul Jabbar menegaskan kabar akan adanya aksi menduduki gedung DPR tidak benar. FUI mengklaim ada 35 ormas Islam yang siap ikut dalam aksi yang diperkir akan diikuti sekitar 100 ribu massa.

Tidak turunnya Habib Rizieq dalam demo “melawan Ahok” menjadi pertanyaan sejumlah pihak. Tak sedikit yang menyebut jika kini Rizieq ciut nyali akibat dikepung sejumlah kasus.

Sejak medio Januari, serangan bertubi-tubi menyasar Rizieq Syihab. Dia dihadapkan pada sejumlah kasus: terutama dugaan penistaan Pancasila, benturan dengan GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) yang salah satu pembinanya adalah Kapolda Jabar, sengketa dengan PDIP, dan pemblokiran sejumlah akun yang berafiliasi dengannya.

Di media sosial, Rizieq dan FPI juga menjadi bulan-bulanan netizen, terutama setelah FPI bentrok dengan GMBI. Habib Rizieq pun harus mengadu ke DPR, yang justru dicibir lawan sebagai aroma ketakutan bakal tinggal di balik jeruji besi.

Habib Rizieq, yang saat demo kolosal menuntut dugaan penistaan  agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dielu-elukan, nyalinya kini diuji dengan sejumlah kasus tersebut. Bahkan yang terbaru, serangan terhadap Rizieq harus dibumbui skandal seks, yakni isu chat mesum dengan Firza Husein di aplikasi Whatsapp.

Absennya Rizieq oleh lawan dinilai sebagai kendurnya perlawanan terhadap Ahok karena dia terbebani banyak kasus. Tudingan ini bukan tanpa bukti. Hal itu tampak misalnya konsistennya pengerahan massa FPI saat pemeriksaan terhadap Rizieq, baik di Bandung atau Jakarta. Jika Rizieq mengerahkan massa untuk membela pribadinya di pengadilan, mengapa kini ada kesempatan membela kepentingan yang lebih umum (mengatasnamakan Islam) FPI malah tidak turun?

Pertanyaan lalu muncul, apakah FPI kini hanya fokus membentengi Rizieq semata? Tidak bisa dielakkan bahwa aduan Rizieq ke DPR beberapa waktu lalu supaya kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan dapat menjadi indikasi bahwa pria yang kerap tampil berjubah dan sorban itu memang takut terhadap penjara.

Jika tidak ciut nyali, seharusnya Rizieq tidak perlu mengadu ke DPR dan tetap lantang menyuarakan apa yang sudah disebutnya membela hak ulama dan Al Quran, sebagaimana yang sering dia uar-uarkan saat berceramah.

Absennya Rizieq adalah satu langkah keberhasilan tekanan terhadap Rizieq, terutama kasus pidana dan isu perbincangan seksual dengan Firza. Idealnya Rizieq tidak mengendor jika benar-benar ingin mengawal Ahok sampai masuk penjara karena tuduhan penistaan tersebut, sesuai yang diharapkannya.

Terutama bagi Rizieq dan Munarman, sebaiknya mengingat apa yang dikatakan penulis AS Tobias Wolff dalam sebuah memoar berjudul  This Boy's Life “Hilangnya rasa takut pada mereka yang tanpa kekuasaan akan membuat pusing mereka yang berkuasa.” Jika masih mempunyai rasa takut, revolusi yang mereka koar-koarkan selamanya hanya sebuah retorika belaka.

Atau, memang absennya pengerahan massa FPI sebagai “barter” untuk membebaskan kasus yang mendera Rizieq; atau, "tugas" Rizieq untuk memanaskan Pilkada DKI memang sudah usai? Kita akan bisa menyaksikan jawaban dari tanyaan tersebut usai Pilkada: apakah kasus-kasus yang saat ini ramai diperbincangkan ada kelanjutan, atau menghilang karena dikubur oleh kasus-kasus baru yang lebih panas untuk diobral di media sosial.
Sumber: rimanews.com
Share on Google Plus

About Sekilas news

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment