3 Hal yang Membedakan Rezim Emery dan Sampaoli di Sevilla

Pelatih Sevilla Jorge Sampaoli. (AFP)

Sekilasnews.com, Sevilla - Kiprah bersama Sevilla membuat Jorge Sampaoli menjadi buah bibir di kalangan penikmat sepak bola Eropa. Ini tak lepas keberhasilannya menempatkan Sevilla di urutan ketiga klasemen La Liga, tapi juga mampu melahirkan taktik yang tak kalah hebat dari pendahulunya Unai Emery.

Sampaoli menduduki kursi kepelatihan Sevilla setelah klub ditinggal Emery ke Paris Saint-Germain (PSG). Meskipun perjalanan pelatih plontos itu masih seumur jagung, dia sukses membangun karakter permainan tim yang pernah merasakan prestasi gemilang di bawah rezim sebelumnya.

Pekerjaan yang telah dilakukan Sampaoli di musim ini membuat namanya dikaitkan dengan beberapa klub papan atas di Eropa, sebut saja Barcelona. El Azulgrana itu dikabarkan berminat mencari nakhoda baru setelah tim mengalami penurunan drastis pada musim ini.

Sampaoli sendiri dianggap memiliki filosofi yang mirip dengan Barcelona, yakni menerapkan formasi menyerang. Korban terbaru keberingasan Sevilla adalah Leicester City.

Pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (23/2/2017) dinihari WIB, Sevilla sukses membekuk lawannya dengan skor 2-1. Peluang merebut tiket perempat final pun sudah berada di tangan. Asalkan, Sevilla tidak kebobolan saat bertandang ke markas The Foxes.

Artinya, Sampaoli sedikit demi sedikit berhasil mengubah filosofi permainan klub dan ia juga berpeluang untuk merebut trofi juara di musim pertamanya bersama Sevilla. Singkat kata, sebenarnya apa yang membedakan Sampaoli dengan Emery?

Ideologi Menyerang




Sevilla kini lebih fokus pada penguasaan bola. (AP Photo/ Angel Fernandez)
Sebelum menangani Sevilla, nama Sampaoli sudah lebih dulu dikenal di Amerika Selatan. Terutama saat dipercaya mengarsiteki Timnas Chile di Copa America 2015.

Keberanian Sampaoli mengadaposi sistem menyerang Argentina dengan didukung permainan cepat dan pressing ketat mengantarkan Chile ke gelar juara Copa America 2015. Filosofi permainan tersebut kembali diterapkannya bersama Sevilla.

Sampaoli juga mengedepankan penguasaan bola. Hasilnya terlihat dari statistik. Sevilla membukukan rata-rata umpan sukses 403,3 per pertandingan pada musim ini. Angka itu jauh berbeda ketika masih ditangani Emery (292,24) musim lalu. Maka, tim Sampaoli lebih proaktif ketimbang reaktif.

Jati Diri

Taktik menyerang telah melihat perubahan yang lengkap pada tim Sevilla. Ini juga yang menyebabkan perbedaan posisi baik di liga domestik.



Sevilla tidak lagi takut tampil menyerang pada pertandingan tandang. (AFP/Jorge Guerrero)
Dalam tiga pertandingan terakhir, Sampaoli sukses memetik sembilan poin. Satu diantaranya direbut di kandang lawan.

Patut diingat, Sevilla gagal meraih kemenangan di laga tandang La Liga musim lalu. Di tangan Sampaoli, Sevilla tidak lagi sungkan di markas rival. Total mereka sudah melepas 143 tendangan. Keberanian itulah yang membuat mereka menembus papan atas La Liga.

Pembelian Pemain

Selama di bawah komando Emery, Sevilla menjelma bak tim yang sangat disegani di kompetisi Eropa. Betapa tidak, mereka mampu mencetak hattrick merebut gelar juara Liga Europa.

Perubahan besar terjadi ketika Emery menerima tawaran PSG. Ditambah ada beberapa pemain andalan yang meninggalkan Sevilla. Kondisi ini jelas merugikan Sampaoli yang berusaha menanamkan visinya ke permainan tim.



Samir Nasri merupakan salah satu rekrutan sukses Sevilla musim ini. (AFP/Cristina Quicler)
Namun, Sampaoli tidak kehilangan akal. Dia mencoba membawa pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim. Salah satunya adalah Samir Nasri. Kehadirannya sangat memengaruhi penampilan Sevilla. Pemain asal Prancis itu mampu menerapkan filosofi menyerang sesuai dengan visi yang dimiliki Sampaoli. (David Permana)
Sumber: liputan6.com

Share on Google Plus

About Sekilas news

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment